Perancangan Infografis Tentang Kurikulum Prodi DKV Undiksha Program Studi D-III Desain Komunikasi Visual pada mulanya adalah dibentuk oleh tenaga pendidik di Jurusan Pendidikan Seni Rupa Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Pendidikan Ganesha. Beberapa tenaga pendidik tersebut berusaha untuk membuka suatu Program Studi baru bernama Program Studi D-III Desain Komunikasi Visual. Dalam rangka menyiapkan sumberdaya manusia Indonesia yang memiliki kemampuan ilmu terapan di bidang desain, serta menimbang bahwa Universitas Pendidikan Ganesha telah memiliki pengetahuan dan kemampuan dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi yang berkualitas, maka Pemerintah Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memberi mandat kepada Universitas Pendidikan Ganesha untuk menyelenggarakan Program Studi Desain Komunikasi Visual (D III) di Kampus Undiksha Singaraja yang terletak di wilayah Bali Utara. Hal ini sesuai dengan surat dari Kement...
Waduk/Bendungan Titab - Ularan Bendungan sekaligus waduk terbesar di Pulau Bali, yaitu Bendungan Titab Ularan efektif mulai beroprasi 15 Desember 2015. Selain sebagai saluran irigasi, bendungan ini juga difungsikan sebagai sebagai penyedia air baku sebesar 300 meter kubik per detik, dan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) mikrohidro sebesar 1,5 megawatt (MW). Kepala Balai Wilayah Sungai Bali-Penida Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Putu Eddy mengatakan, Bendungan Titab Ularan membendung aliran Sungai Saba dan menenggelamkan 6 desa di 2 Kecamatan di Kabupaten Buleleng. Waduk Titab Ularan menenggelamkan 6 desa di 2 kecamatan di lahan 119 hektar, dengan daerah genangan 65 hektar. Yaitu Ularan dan Rengdikit di Kecamatan Seririt, dan yang masuk Kecamatan Busungbiu antara lain Kekeran, Telaga, Titab, dan Busungbiu. Nantinya, jika kapasitas maksimal sudah terisi hingga 12 juta meter kubik air, bendungan ini sanggup mengaliri sawah seluas 1.794 hektar. Ini akan membuat d...
Urutan Nama Unik untuk Anak di Bali Berdasarkan Urutan Kelahiran Tradisi penamaan di kalangan suku Bali merupakan suatu budaya yang unik, karena berkaitan dengan jenis kelamin, urutan kelahiran, atau status kebangsawanan (kasta). Dengan penamaan yang khas ini, masyarakat Bali dapat dengan mengetahui kasta dan urutan kelahiran seseorang. Penerapan tradisi ini bukanlah hal yang mutlak, mengingat bahwa tidak semua orang Bali mengikuti sistem penamaan ini. Tidak jelas sejak kapan tradisi pemberian nama depan ini mulai ada di Bali. Menurut pakar linguistik dari Universitas Udayana, Prof. Dr. I Wayan Jendra, S.U., nama depan itu pertama kali disebutkan dalam catatan sejarah bertarikh abad ke-14, yakni pada masa pemerintahan Raja Gelgel "Dalem Ketut Kresna Kepakisan", putra keempat Danghyang Kepakisan, yang dinobatkan oleh Gajah Mada untuk menjabat sebagai pemimpin Bali, yang saat itu merupakan vasal Majapahit. Namun, Prof. Jendra belum dapat memastikan apakah tradisi pemb...
Komentar
Posting Komentar