LATIHAN 4 - INFOGRAFIS NAMA ANAK BALI BERDASARKAN URUTAN KELAHIRAN

Urutan Nama Unik untuk Anak di Bali Berdasarkan Urutan Kelahiran

Tradisi penamaan di kalangan suku Bali merupakan suatu budaya yang unik, karena berkaitan dengan jenis kelamin, urutan kelahiran, atau status kebangsawanan (kasta). Dengan penamaan yang khas ini, masyarakat Bali dapat dengan mengetahui kasta dan urutan kelahiran seseorang. Penerapan tradisi ini bukanlah hal yang mutlak, mengingat bahwa tidak semua orang Bali mengikuti sistem penamaan ini. Tidak jelas sejak kapan tradisi pemberian nama depan ini mulai ada di Bali. Menurut pakar linguistik dari Universitas Udayana, Prof. Dr. I Wayan Jendra, S.U., nama depan itu pertama kali disebutkan dalam catatan sejarah bertarikh abad ke-14, yakni pada masa pemerintahan Raja Gelgel "Dalem Ketut Kresna Kepakisan", putra keempat Danghyang Kepakisan, yang dinobatkan oleh Gajah Mada untuk menjabat sebagai pemimpin Bali, yang saat itu merupakan vasal Majapahit. Namun, Prof. Jendra belum dapat memastikan apakah tradisi pemberian nama depan itu sebagai pengaruh Majapahit atau bukan.

Orang Bali menggunakan tata cara penamaan yang mencirikan urutan kelahiran anak. Hal ini menjadi ciri khas kebudayaan suku Bali yang tak dikenal di tempat lainnya.

1. Anak pertama diberi nama depan Wayan, berasal dari kata wayahan yang artinya "lebih tua". Selain Wayan, nama depan untuk anak pertama juga sering digunakan adalah Putu dan Gede. Kata putu artinya "cucu", sedangkan gede artinya "besar". Nama Gede cenderung digunakan kepada anak laki-laki saja, sementara untuk anak perempuan jarang digunakan. Untuk anak perempuan, ditambahkan kata Luh pada nama "Gede".

2. Anak kedua diberi nama depan Made (madé), berasal dari kata madya yang berarti "tengah". Di beberapa daerah di Bali, anak kedua juga dapat diberi nama depan Nengah yang juga diambil dari kata "tengah". Ada pula nama Kade atau Kadek, bentuk variasi dari Made. Ada hipotesis bahwa Kade atau Kadek berasal dari kata adi yang bermakna "adik".

3. Anak ketiga diberi nama depan Nyoman atau Komang. Nama Nyoman ditenggarai berasal dari kata anom yang berarti "muda" atau "kecil"; bentuk variasinya adalah nama Komang. Ada hipotesis bahwa nama Nyoman diambil dari kata nyeman (artinya "lebih tawar" dalam bahasa Bali), mengacu kepada perumpamaan tentang lapisan terakhir pohon pisang—sebelum kulit terluar—yang rasanya cukup tawar. Ada pula dugaan bahwa nama Nyoman dan Komang secara etimologi berasal dari kata uman yang berarti "sisa" atau "akhir" dalam bahasa Bali.

4. Anak keempat diberi nama depan Ketut, berasal dari kata ketuwut yang bermakna "mengikuti" atau "membuntuti". Ada juga yang mengkaitkan dengan kata kuno kitut yang berarti sebuah pisang kecil di ujung terluar dari sesisir pisang.

Pembuatan infografis Urutan Nama Anak di Bali diawali dengan proses perancangan, pencarian materi dari berbagai literatur, dan sketsa awal posisi infografis. Selanjutnya proses eksekusi ke digital dilakukan di Adobe Photoshop CC 2019.

Diawali dengan membuat lembar kerja baru berukuran A4 dengan orientasi portrait.

Infografis kali ini menggunakan warna putih-abu sebagai warna dasar dengan penambahan tekstur kertas lecek untuk memberi kesan dinamis pada background. 

Infografis Urutan Nama Anak di Bali ini menggunakan style Infografis daftar (list). 

Berikut merupakan hasil akhir dari tugas 4 tentang Urutan Nama Anak di Bali berdasarkan kelahiran



Komentar

Postingan populer dari blog ini

LATIHAN 5 - INFOGRAFIS KURIKULUM DAN MATA KULIAH DKV UNDIKSHA

LATIHAN 3 - INFOGRAFIS TEMPAT DI DAERAH ASAL